Motivasi Indonesia

Motivasi Indonesia

Kamis, September 04, 2008

Puasa, Kesabaran dan Kesadaran

Oleh Eko Jalu Santoso Hakekat puasa adalah kesabaran, Kesabaran menahan lapar dan dahaga, Kesabaran menahan lisan dari perkataan tidak berguna, Kesabaran menerima ujian dnegan lapang dada, Kesabaran mengendalikan hasrat dan keinginan, Kesabaran menahan emosi dan kemarahan. Puasa dan Kesabaran ibarat kepala dengan jasad, Keduanya tak dapat dipisahkan, Tidak sempurna puasa tanpa disertai kesabaran.

Hakekat puasa adalah Kesadaran, Kesadaran melaksanakan ibadah tanpa diawasi, Kesadaran ketaatan melaksanakan perintah-Nya, Kesadaran meninggalkan kemaksiatan, Kesadaran mengabdi sebagai makhluk-Nya.

Hakekat Puasa adalah Kesadaran, Kesadaran memahami penderitaan, Kesadaran memahami ujian dan kesulitan, Agar lebih peduli dan memiliki empati kepada sesame.

Puasa, Kesabaran dan Kesadaran, Ketiganya adalah karakter orang beriman, Kesabaran menjadi benteng kokoh menghadapi godaan, Kesadaran menjadi fondasi kekuatan keimanan, Puasa meninggikan kesadaran dan kesabaran.

Cibubur, 2 September 2008

Rabu, Agustus 20, 2008

Hati Sumber Inspirasi Dan Motivasi

Oleh: Eko Jalu Santoso, www.ekojalusantoso.com

Menyusul beredarnya buku saya “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, banyak sekali tanggapan dan komentar yang saya terima melalui email, SMS maupun telepon. Beberapa komentar bertutur bagaimana mereka terinspirasi setelah membaca buku ini, merasa diingatkan untuk kembali pada hati nurani dan beberapa yang lain mengatakan seringkali merasa diselamatkan oleh suara hati nuraninya. Bahkan saya menerima beberapa undangan permintaan untuk berbicara mengenai tema hati nurani ini. Ada teman yang berprofesi sebagai trainer bertutur merasa terinspirasi dengan buku “Heart Revolution” ini dan menggunakannya sebagai referensi dalam menyampaikan training-trainingnya.

Saya tidak menduga mendapatkan response yang begitu banyak mengenai bahasan tema hati nurani ini. Karena ketika pertama kali hendak menulis buku dengan topik hati nurani, ada semacam keraguan, apakah ada orang yang tertarik menelusuri lorong-lorong hati. Apakah ada orang yang tertarik membaca tulisan dengan topik hati nurani, ditengah arus kehidupan modern yang cenderung mengedepankan konsumerisme dan nilai-nilai materialisme. Apakah tema hati nurani menarik, ditengah-tengah ratusan bahkan ribuan buku yang membahas bagaimana meraih kaya raya dengan cepat, meraih sukses karier dan bisnis dengan instant dan lain sebagainya.

Ternyata diluar dugaan saya, ada banyak sekali orang-orang yang sebenarnya dahaga ingin menelusuri lorong-lorong hati, di tengah kehidupan yang mengedepankan nilai-nilai materialisme dewasa ini. Dari berbagai email dan tanggapan yang saya terima, seolah-olah mereka hendak bertutur bahwa tidak sedikit orang yang sesungguhnya menyadari akan adanya kekuatan suara hati nurani dalam dirinya. Masih banyak orang yang sesungguhnya menyadari akan batas-batas egoisme, individualisme, hedonisme dan materialisme yang seringkali membelenggu dirinya. Masih banyak orang yang dahaga akan kedamaian dan keindahan hati, sehingga ingin kembali pada hati nuraninya.

Barangkali diantara Anda ada yang bertanya mengapa mesti kembali mendengarkan suara hati nurani ? Bukankah sekarang ini banyak orang, motivator, trainer, pembicara dan buku-buku yang membahas kedahsyatan pikiran positif dalam membawa pada kesuksesan ?. Marilah saya ingin mengajak Anda semua untuk melihat lebih dalam lagi. Bukan hanya mengandalkan pada otak dan akal pikiran semata, tetapi melengkapinya dengan mendengarkan suara hati nurani. Karena sesungguhnya hati adalah rajanya. Sedangkan otak atau pikiran manusia itu tunduk sepenuhnya kepada apapun perintah sang hati. Wacana kembali mendengarkan suara hati dan menggunakannya sebagai “pusat orbit” kehidupan sesungguhnya adalah pijakan yang lebih kokoh.

Tengoklah para pemimpin kehidupan yang menggunakan hati nurani dalam kepemimpinannya, seperti Muhammad Yunus misalnya. Ia mampu membesarkan Grameen Bank dan meraih hadiah Nobel karena visinya yang dilandasi oleh suara hati nurani. Mereka para pemimpin kehidupan yang dilandasi hati nurani, meskipun mungkin raganya sudah hancur, namun nilai-nilai kepemimpinannya tetap dikenang dan digunakan dalam kehidupan ini. Seperti misalnya Imam Al-Gazali, Mahadma Gandhi, Budha Gautama, Bunda Theresa. Ide dan tata nilai kehidupan yang diwariskannya masih hidup dan dikenang orang sampai dengan sekarang.

Semua yang dialami oleh manusia, sesungguhnya diawali dari hati yang kemudian memerintahkan otak atau akal pikiran. Otak atau pikiran akan memproses dan selanjutnya memerintahkan panca indra untuk bekerja sesuai dengan apa yang diyakini dari hatinya. Sedangkan panca indra kita tentu inginkan menikmati yang enak-enak semuanya. Mulut inginnya makan yang enak-enak. Mata inginnya melihat yang indah-indah. Tangan, kaki, telinga inginnya selalu merasakan yang enak dan indah-indah. Sehingga tubuh dan jiwa kita ini seperti selalu ditarik-tarik oleh panca indra untuk selalu menikmati yang indah dan enak-enak. Akibatnya kalau tidak dikendalikan oleh hati dan pikiran, maka menghalalkan segala cara untuk memperoleh kenikmatan.

Belajar dari sini sesungguhnya siapa yang dapat mendengarkan suara hati, akan mampu mengendalikan pikirannya dan artinya mampu mengendalikan kelima panca indranya. Dengan demikian mereka yang mendengarkan suara hati tidak akan mudah terjerumus dalam berbagai tindak penyelewengan, menghalalkan segala cara, tindakan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan lain sebagainya. Karena hatilah sumber inspirasinya dan sumber energi motivasinya. Dengan demikian, tidak ada lagi yang meragukan kalau hati manusia adalah aset yang paling berharga.

Mendengarkan suara hati dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar atau “unconcius mind” yang seringkali merupakan sebuah sugesti, sehingga melahirkan inspirasi dan energi motivasi dahsyat yang mengalir membakar semangat Anda. Energi dan kreativitas yang bersumber dari suara hati ini perlu dibangkitkan agar mengalir mencari jalan untuk mendorong cita-cita tertinggi Anda. Maka dengarkan dan ikutilah suara hati yang bersumber dari Tuhan Sang Maha Besar.

Memang, mengikuti suara hati, menelusuri lorong hati atau menuliskan tema buku mengenai hati nurani tidak langsung membuat kita menjadi kaya raya. Tidak juga mendadak sontak menjadikan kita terkenal atau begitu hebatnya. Tetapi ketika menelusuri lorong-lorong hati nurani, mengikuti bisikan suara hati nurani ada semacam kesejukan, kebahagiaan dan kedamaian yang mengalir dalam diri. Hal ini bisa menjadi semacam pencerahan dan memperkaya jiwa kita. Kalau hidup dapat meraih kekayaan jiwa, maka tubuh dan jiwa kita akan dapat terbang tinggi menuju kesuksesan dunia dan mencapai kearifan dan kemuliaan. Karena ide-ide, imajinasi, fantasi, inspirasi dan motivasi yang mengalir keluar senantiasa bersumber dari nilai-nilai mulia dan kearifan hati nurani. SEMOGA BERMANFAAT !

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan penulis buku “The Art of Life Revolution” dan “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

Selasa, Agustus 12, 2008

Bagaimana Mengarahkan Hati Selalu Ke Sisi Positif

“Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, menjadi sukses atau gagal, menjadi positif atau negatif, karena tergantung bagaimana kita mengarahkan hati dan pikiran kita sendiri.”

~~ Eko Jalu Santoso ~~

Hutama adalah seorang kepala cabang sebuah Bank swasta nasional di Jakarta. Dia seorang pria energik yang selalu dalam semangat baik dan selalu memiliki hal positif untuk dikatakan kepada orang lain. Sebagai seorang kepala cabang, Hutama pernah di tempatkan di beberapa cabang di kota lain, diantaranya di Bandung dan Surabaya sebelum akhirnya pindah di ke cabang Jakarta Pusat. Dan di setiap cabang, Hutama diterima dengan baik dan mendapatkan dukungan dari, para karyawannya.

Dia adalah seorang motivator alami. Maka tidak heran kalau setiap cabang Bank yang dipimpinnya selalu meraih prestasi kinerja yang tertinggi. Karyawannya menyenangi dan mendukungnya. Nasabahnya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, sehingga selalu kembali dan kembali. Sebagai seorang pimpinan cabang, dia selalu hadir untuk karyawannya, baik ketika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk maupun hari baik. Ketika mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana untuk memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialaminya.

Banyak orang penasaran dengan sikapnya yang selalu positif dan energik. Seorang rekannya yang penasaran bertanya kepadanya, "Saya sangat heran, bagaimana mungkin seseorang dapat selalu berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu? "

Hutama menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada hatiku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang buruk. Aku selalu memilih dalam suasana hati yang baik. Setiap kali kejadian menimpaku, aku dapat memilih untuk menjadi korban yang menderita atau memilih mengambil Hikmah dan belajar dari kejadian itu. Aku selalu mengarahkan hatiku untuk memilih mengambil Hikmah dan belajar dari kejadian tersebut. Setiap ada seseorang yang menyampaikan keluhan, aku dapat mengarahkan hatiku untuk memilih menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu mengarahkan hatiku untuk memilih mengambil sisi positifnya."

Mengarahkan hati pada sisi pilihan posisitf terbukti akan selalu menghasilkan pikiran positif. Pikiran yang positif akan menghasilkan sikap yang positif setiap harinya. Sedangkan sikap positif akan menghasilkan tindakan-tindakan positif dan melahirkan dukungan yang positif mengalir dari orang-orang sekitar kita.

Manusia memiliki kebebasan hati untuk memilih, apakah akan mengarahkan hati mengikuti kekuatan positif atau mengikuti kekuatan negatif. Apakah mengarahkan hati memilih kekuatan positif atau nilai-nilai “spiritualisme” atau memilih kekuatan negatife atau pengaruh “materialisme”. Apakah mengarahkan hati memilih keberhasilan atau memilih kegagalan.

Bagaimana agar kita dapat selalu mengarahkan hati pada sisi positif, sehingga menghasilkan pikiran-pikiran positif setiap harinya ? Bagaimana agar kita dapat selalu bersikap positif sehingga menghasilkan dukungan positif dari orang-orang di sekitar kita ? Tulisan lengkapnya bisa Anda baca pada buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan Elex Media Komputindo, pada bagian dua tentang bagaimana menemukan suara hati kita.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia, Founder Majelis Al-Ihsan Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, Keduanya diterbtikan Elex Media Komputindo.

~~~

Jumat, Juli 25, 2008

Sekedar Trend Atau Kesadaran ?

Hari Jumat pagi ini, ketika memasuki ruang kantor, saya menemukan suasana yang berbeda di antara teman-teman kantor kami. Banyak teman-teman kantor, khususnya yang perempuan tampil berbeda dengan baju batik warna-warnai untuk bekerja. Suasana kantor menjadi sedikit berbeda, hingga ada teman yang menyindir seperti berada di kantor BUMN atau bahkan ada yang mengatakan seperti mau ada acara kondangan atau mau ngasih santunan anak yatim….he..he.....

Kalau dulu menggunakan pakaian batik hanya terlihat dalam acara-acara pesta, undangan-undangan pernikahan, acara kegiatan seremonial lainnya maupun utnuk seragam anak sekolah. Kini nampaknya mulai berubah, batik tidak lagi hanya digunakan saat pesta, melainkan mulai banyak digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari lainnya. Mulai dari seragam sekolah dan bahkan sampai dengan untuk kegiatan kerja. Menggunakan batik untuk ke kerja sebenarnya sudah sering dilakukan oleh pegawai BUMN, tetapi akhir-akhir ini saya melihat mulai banyak pegawai lainnya yang menggunakan batik untuk kerja.

Apakah ini hanya sekedar trend sesaat ? Ataukah karena kesadaran untuk perlu melestarikan dan membudayakan karya batik nusantara ? Atau mungkin trend karena dipicu oleh provokasi negara tetangga yang beberapa kali mengklaim Budaya milik nusantara ?

Menurut saya, apapun jawabannya, keadaan ini pantaslah untuk disyukuri bahwa batik sudah memiliki tempat terhormat di hati kalangan muda kita. Batik mulai diterima luas bukan hanya untuk kegiatan acara tertentu, tetapi tidak segan lagi untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari maupun untuk kerja. Trend menggunakan batik bisa bermakna luas, selain dapat menghidupkan industri-industri batik di daerah, juga berarti ikut melestarikan budaya bangsa dan memiliki rasa kebanggaan akan produk bangsa sendiri.

Kalau hal ini ditangkap sebagai sebuah peluang, dalam jangka panjang akan dapat menjadi sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, khususnya bagi berkembangnya usaha batik lokal. Karena produksi batik pada umumnya dilakukan oleh pengusaha lokal di daerah. Kalau penggunakan batik untuk kerja dibudayakan dan dikembangkan di seluruh nusantara, bukan tidak mungkin di masa mendatang industri batik lokal akan mampu bertumbuh lebih besar dan menyerap semakin banyak lapangan kerja. Bahkan bisa menjadi tambahan penghasilan bagi sebagian orang yang senang berdagang batik di kantoran……..he..he..

Di tengah maraknya persaingan pasar global yang terus menyerbu Indonesia, membudayakan menggunakan batik untuk pakain kerja adalah salah satu cara yang tepat untuk menghidupkan industri batik lokal agar tidak terlindas mati oleh persaingan pasar global. Wah…..saya jadi kepingin ikut berbatik juga ah…….! Bagaimana dengan Anda……?

Salam Berbatik Ceria…….!

Eko Jalu Santoso, www.ekojalusantoso.com

Jumat, Juli 18, 2008

Hadiah Paling Berharga

Oleh Eko Jalu Santoso

Ketika masih bekerja sebuah perusahaan di Yogyakarta dulu, saya memiliki seorang anak buah yang sekaligus menjadi sahabat yang amat mengagumkan. Dari segi pendidikan formal ia hanya tamatan sekolah menengah, tetapi karena kematanagn pengalaman hidupnya, seringkali nasehat-nasehat maupunan keteladanan hidupnya membuat saya terkagum-kagum. Meskipun saya sudah berpindah perusahaan, sahabat ini seringkali masih menghubungi saya melalui telepon atau sekedar SMS.

Di rumah saya memiliki banyak sahabat yang amat mengagumkan. Sahabat-sahabat saya yang juga tetangga ini, seringkali menelepon, mengirim SMS dan bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Tidak untuk memberikan ceramah, atau menasehati tetapi ada yang hanya sekedar ingin menyapa, ada yang ingin bertukar cerita atau bahkan ada yang datang hanya untuk mendengar. Seperti kemarin malam, seorang sahabat yang menjadi direktur pemasaran sebuah perusahaan asuransi besar, tiba-tiba menelepon dan datang berkunjung ke rumah hanya ingin bertukar cerita.

Di kantor di Jakarta, saya juga memiliki beberapa orang sahabat yang mengagumkan. Ia seringkali datang ke meja saya hanya untuk mendengar atau berbagi cerita. Meskipun ada sahabat saya kini sudah berpindah kantor, ia masih tetap menelepon, beremail atau sekedar SMS untuk mendengar kabar saya.

Di berbagai milis saya juga memiliki banyak sahabat-sahabat yang mengagumkan. Sahabat-sahabat ini seringkali membalas email saya hanya untuk menanggapi tulisan saya, mebesarkan hati saya dengan mengatakan mengagumi tulisan-tulisan saya, atau sekedar mengatakan senang dengan inspirasi dan motivasi dari tulisan-tulisan saya. Ada beberapa sahabat milis yang juga mengirimkan email bercerita masalahnya dan ingin mendengar masukan dan nasehat-nasehat saya. Bahkan beberapa orang sahabat milis yang menjadi Motivator mengagumkan, beberapa kali mengundang saya untuk mengikuti seminarnya ( yang nilainya ratusan ribu rupiah sekali datang) dengan GRATIS.

Ketika buku pertama saya “The Art of Life Revolution” dan buku kedua saya “Heart Revolution” terbit dan telah beredar di toko-toko buku terkemuka di Indonesia, ada banyak sahabat-sahabat saya di luar kota yang melihat buku saya kemudian menelepon saya atau mengirimkan SMS mengucapkan selamat. Seorang sahabat sejak SMA yang sudah menjadi Doktor dan menjadi dosen di Gadjah Mada menelepon saya mengatakan bahwa senang memiliki sahabat yang mau berbagi ilmu dan pemikiran untuk orang lain. Bahkan seorang sahabat yang kini menjadi direktur sebuah perusahaan kontraktor di Surabaya menelepon saya dan mengatakan “bangga menjadi sahabat saya.”

Sahabat semuanya, apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, sesungguhnya adalah memiliki sahabat adalah hadiah paling berharga yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri. Sahabat adalah mahluk yang amat berguna, makhluk yang amat dibutuhkan dalam menemani perjalanan kehidupan kita, khususnya ketika menerima pengalaman-pengalaman menyakitkan. Memang tidak semua sahabat pandai dalam memberikan nasehat, tetapi dengan kesediaannya untuk mendengar adalah permata berharga bagi diri kita. Kesediaannya untuk berbagi empati, bernasehat dan bertukar cerita adalah hadiah terbaik yang diberikan untuk diri kita.

Kehidupan tidak selalu mendatangkan hal-hal yang sesuai dengan yang kita harapkan. Meskipun kita seringkali berdoa untuk dijauhkan dari keadaan sulit dan diberikan banyak kemudahan, namun seringkali kesulitan tetap datang. Sekencang apapun usaha kita menjauhi masalah dan kesulitan, namun kadang ia tetap berkunjung datang menyentuh badan dan jiwa kita. Mungkin masalah kesulitan dalam karier, kesulitan dalam berumah tangga, masalah kesehatan, keuangan atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Ketika menerima keadaan seperti ini, senyuman penerimaan, ungkapan empati, nasehat menguatkan dan penghiburan dari para sahabat adalah hadiah terbaik yang sangat diperlukan.

Maka pantas untuk kita renungkan bersama, kalau kita perlu menabung perhatian, banyak berinvestasi kebaikan, senang berbagi empati, mau berbagi cinta dan kasih sayang, untuk para sahabat-sahabat kita. Bukan berarti memberi untuk mengharapkan imbalan nantinya seperti dalam berdagang, melainkan seperti yang sudah saya ceritakan diatas dengan banyak memberi kita menciptakan imbalan bagi diri kita sendiri. Dalam dunia persahabatan, seseorang yang dapat memberi kepada sahabatnya apakah itu sekedar senyuman, ungkapan empati, tulisan motivasi, nasehat kebaikan sesungguhnya akan merasakan kebahagiaan bagi diri kita sendiri. Kita akan mengalami apa yang disebut dengan “the joy of giving.”

Bercermin dari kenyataan inilah, maka saya lebih senang memusatkan diri untuk mencari dan membina banyak sahabat dibandingkan dengan mencari teman. Dalam berbagai kesempatan saya berusaha untuk menjadi sahabat dan mendapatkan banyak sahabat bukan hanya teman. Sahabat memang tidak akan sebanyak teman, karena tidak semua teman bisa menjadi sahabat kita. Tetapi meskipun tidak sebanyak teman, sahabat tetaplah makhluk yang dapat menjadi HADIAH PALING BERHARGA BAGI DIRI KITA.

Ketika membuka email di pagi hari, seorang sahabat yang seringkali membaca tulisan-tulisan saya yang saya kirimkan melalui email atau milis, ia membalas email saya dengan menuliskan tulisan sederhana : 'saya bangga jadi sahabat Anda'. Ketika membuka email, seorang sahabat yang lain membalas email saya dengan mengatakan ‘terimakasih telah menginspirasi saya.’ Inilah hadiah yang paling berharga yang bisa dihadiahkan bagi diri kita sendiri. Bagaimana dengan Anda ? SEMOGA BERMANFAAT !

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

Kamis, Juli 17, 2008

Luangkan Waktumu

Oleh: Eko Jalu Santoso

Ilmu adalah sumber kebijaksanaan, Ilmu meninggikan derajat kemuliaan Ilmu adalah perisai kerendahan dan kehinaan Maka luangkan waktumu untuk menuntut ilmu Luangkan waktumu untuk membaca buku….

Akal pikiran adalah anugerah tak ternilai Pikiran adalah sumber kekuatan tak terbatas Pikiran adalah bekal kesempurnaan manusia Maka luangkan waktumu untuk berpikir Memberdayakan akal pikiranmu…

Berkarya adalah nilai keberhasilan manusia Bekerja adalah jalan mencapai kesuksesan Mencipta adalah kekuatan manusia Maka luangkan waktumu untuk bekerja Luangkan waktumu untuk mencipta dan berkarya Agar hidupmu menjadi lebih bermakna

Hati adalah sumber keikhlasan Ikhlas adalah sumber kemuliaan manusia Hati tempat bersemayamnya sifat-sifat kemuliaan Kemuliaan adalah derajat tertinggi kehidupan Maka luangkan waktumu untuk memperkaya hati Dengan menjaga kejernihan dan keikhlasan

Memberi adalah imbalan bagi kekayaan diri sendiri Memberi adalah jalan menuju kebahagiaan Memberi adalah bagian dari beramal ibadah Maka luangkan waktumu untuk banyak memberi Sediakan waktumu untuk banyak beramal Karena memberi dan beramal adalah kunci menuju surga-Nya

Berdoa adalah ikhtiar batin tertinggi di bumi Berdoa adalah sumber kekuatan luar biasa Maka luangkan waktumu untuk berdoa kepada-Nya Hadirkanlah Tuhan dalam setiap langkah kehidupanmu Karena Tuhan adalah penolong terbaik kita

Salam Motivasi Sukses Mulia, Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia

Kamis, Juli 10, 2008

Moving Toward Something

Oleh: Eko Jalu Santoso

Banyak orang menginginkan keadaannya berubah menjadi lebih baik dari apa yang dirasakannya saat ini. Ada sebagian yang karena terpaksa harus meninggalkan keadaannya yang dirasakan tidak mengenakkan baginya saat ini, ada sebagian lainnya yang dengan kesadaran dirinya untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik, dan ada sebagian lainnya karena memiliki keinginan untuk menuju sesuatu keadaan yang lebih baik. Apapun alasannya, yang terpenting adalah memiliki keberanian diri untuk menuju sesuatu yang lebih baik. Memiliki keberanian bertindak untuk mengubah keadaannya atau bertumbuh menjadi lebih baik. Karena hanya dengan keberanian bertindak itulah yang akan mengantarkan seseorang menjadi bertumbuh lebih baik dari keadaannya sekarang ini.

Tidak ada orang yang dapat bertumbuh menjadi lebih baik tanpa berani mengupayakan perubahan keadaan yang lebih baik dari keadaannya sekarang ini. Tidak ada orang yang berhasil mencapai sesuatu yang lebih baik, tanpa berani bertindak meninggalkan keadaannya sekarang ini.

Sahabat yang baik, kalau kita ingin berhasil memenuhi tuntutan keinginan kita untuk menuju sesuatu yang lebih baik, kita harus mampu berpikir, bersikap dan bertindak menuju sesuatu yang lebih baik dari apa yang bisa kita lakukan sekarang ini. Kalau demikian maka diperlukan kesediaan diri kita untuk terus belajar dan belajar meningkatkan kualitas diri kita. Misalnya, saat ini Anda adalah seorang supervisor, kalau Anda ingin menjadi manajer, maka Anda harus mampu berpikir, bersikap dan bertindak seperti seorang manajer. Kalau Anda menjadi manajer dan ingin menjadi direktur, maka diperlukan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang direktur. Kalau Anda saat ini adalah karyawan dan ingin menjadi seorang pengusaha, diperlukan kemampuan Anda untuk berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang pengusaha.

Cara terbaik untuk terus bertumbuh lebih baik adalah dengan berusaha menjadi lebih baik dibandingkan sekarang ini. Cara terbaik untuk menuju tingkatan lebih tinggi adalah dengan berusaha menjadi lebih tinggi dari sekarang. Cara terbaik untuk naik kelas lebih tinggi adalah dengan meninggalkan kelas kita sekarang ini.

Menurut Anthony Robbins yang disampaikan dalam bukunya Unlimited Power, pada dasarnya tujuan hidup setiap orang itu bisa digolongkan dalam dua tujuan, yaitu “Moving Away” atau menghindari sesuatu dan “Moving Toward Something” atau menuju sesuatu. Mereka yang tujuan hidupnya moving away, pada umumnya hanya ingin meninggalkan hal-hal yang tidak diinginkannya saat ini. Seperti karena saat ini miskin maka ia tidak ingin miskin, karena saat ini menderita maka ia tidak ingin menderita, karena saat ini hidupnya susah maka ia tidak ingin susah hidupnya. Tetapi ketika ditanya lebih detail apa tujuan sukses yang ingin diraihnya, ia tidak dapat menggambarkan dengan jelas. Baginya berhasil menghindari keadaanya sekarang berarti sudah berhasil mencapai tujuannya. Akibatnya orang-orang seperti ini cepat merasa puas dan hanya menjadi orang kebanyakan. Ia merasa cukup puas ketika sudah berhasil menghindari keadaanya, merasa tujuan hidupnya sudah tercapai. Namun ia tidak menyadari bahwa potensi dirinya bisa menjadi lebih baik lagi dari apa yang dicapainya saat ini.

Berbeda dengan mereka yang memiliki tujuan hidup moving toward something. Mereka kalau ditanya tujuan hidupnya, akan menjawab dengan tegas mengenai hal-hal yang mereka INGINKAN untuk dicapai dalam hidupnya, hal-hal yang ingin mereka raih dalam hidupnya. Misalnya ingin berhasil menjadi manajer, ingin menjadi direktur, ingin menjadi pengusaha sukses, ingin menjadi pimpinan cabang, ingin menjadi menteri, ingin hidupnya lebih berkualitas, ingin hidupnya lebih bermakna bagi banyak orang lain dan lain sebagainya. Ia menginginkan selalu bertumbuh menuju keadaan yang lebih baik, bertumbuh menjadi bintang dan meraih apa yang ingin mereka cita-citakan dalam hidupnya. Berani mengambil resiko perubahan untuk meraih keadaan baru yang lebih baik.

Bagaimana agar kita dapat selalu bertumbuh menuju sesuatu atau moving toward something yang lebih baik dari keadaan kita saat ini ? Berikut ini beberapa pertimbangan untuk keberhasilan kita agar selalu bertumbuh menuju sesuatu yang lebih baik dalam kehidupan kita.

  1. Berpikir, bersikap dan bertindaklah bahwa Anda harus selalu bertumbuh lebih baik dari keadaaaan Anda sekarang ini untuk mencapai kebintangan dalam hidup Anda. Hal ini sejalan dengan apa yang dinasehatkan oleh Nabi Muhammad saw agar kita selalu berusaha menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini agar termasuk golongan orang yang beruntung.
  2. Belajar dan terusnya belajar mengembangkan diri agar dapat berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari sekarang ini. Continues learning and never ending improvement atau terus belajar dan tidak pernah berhenti memperbaiki kualitas diri kita.
  3. Tanamkan keyakinan dalam hati dan pikiran bahwa Anda dapat bertumbuh lebih baik lagi mengalahkan keadaan anda sekarang ini.
  4. Tetapkan tujuan tertinggi yang ingin Anda capai dengan alasan yang kuat yang dapat menjadi pendorong semangat dan motivasi dari dalam diri Anda bahwa tujuan itu adalah hak Anda yang harus anda raih dalam hidup ini.
  5. Berani melakukan sesuatu yang baru yang lebih baik dari apa yang Anda lakukan sekarang ini. Anda tidak akan pernah tahu kalau Anda mampu melakukan yang lebih baik tanpa berani mencoba melakukannya.
  6. Untuk mewujudkan impian Anda, yang paling penting adalah berani mengambil tindakan secepatnya. Jangan tunda lagi untuk berani melakukan sesutu yang Anda yakini akan membawa kebaikan dalam hidup Anda. Jangan hanya menyimpan impian dalam angan-angan dan pikiran, tetapi laksanakan dalam tindakan nyata.
  7. Jangan pernah lupa menghadirkan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap langkah dan tindakan yang kita lakukan. Yakinlah bahwa Allah adalah penolong terbaik kita. Serahkanlah setiap yang sudah kita lakukan hanyalah pada ridha dan ijin Allah semata. InsyaAllah kekuatan dan kasih sayang Allah akan hadir dalam setiap langkah kehdiupan kita.

SEMOGA BERMANFAAT. Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@yahoogroups.com) dan Penulis Buku The Art of Life Revolutiondan Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, Keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo