Motivasi Indonesia

Motivasi Indonesia

Rabu, Desember 17, 2008

The Wisdom of Business

Penulis : Eko Jalu Santoso

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, Gramedia Group

Tebal : xxx + 239 halaman

Harga : Rp. 47.800/eksemplar

Dunia bisnis pada umumnya diidentikkan dengan ”profit” atau keuntungan material, sedangkan hati nurani dan spiritualitas seringkali diidentikan dengan ”non profit” yang jauh dari kekayaan dan keduniawian. Adakah cara meraih sukses dalam dunia bisnis tanpa harus mengesampingkan etika, nilai-nilai kearifan hati nurani dan prinsip-prinsip spiritualitas ?

Buku The Wisdom of Business dengan caranya yang khas mengungkapkan bagaimana nilai-nilai kearifan hati nurani dan prinsip-prinsip spiritualitas dapat mengantarkan kesuksesan di dunia bisnis. Buku ini mampu memberikan keyakinan bahwa berbisnis adalah profesi mulia, layaknya profesi mulia lainnya yang dapat memberikan kontribusi kekayaan harta, kekayaan jiwa, kebahagiaan hati dan menjadi ladang amal kebaikan. Diperkaya dengan contoh kisah sukses pebisnis visioner Indonesia, buku ini dapat memberikan inspirasi dalam mewujudkan bisnis yang membawa kekayaan materiil maupun spiritual. dan dapat merevolusi paradigma Anda tentang dunia bisnis.

Buku ini menawarkan paradigma baru dalam bekerja dan berbisnis yang mencakup pandangan menyeluruh tentang makna bisnis dan arti manusia di dalamnya, diantaranya bisnis selain untuk meraih pendapatan dan mem-perkaya harta, dapat menjadi ladang amal kebaikan, menemukan kebahagiaan dan memperkaya jiwa. Isi buku ini mengajarkan bagaimana menjalankan pekerjaan dan bisnis yang baik yang sesuai dengan nilai-nilai kearifan hati nurani dan prinsip-prinsip spiritualitas.

Dilengkapi dengan berbagai kiat-kiat manajemen dan kepemimpinan berbasis nurani menjadikan buku ini sangat tepat bagi semua pihak, baik dari kalangan profesional, eksekutif, karyawan, pebisnis, pemerintahan dan masyarakat umum, sebagai referensi, inspirasi, motivasi bahkan sebagai pengembangan diri. Setelah membaca buku ini diharapkan pembaca budiman dapat menjalankan prinsip bekerja dan berbisnis yang baik, yang dapat dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat.

-----------------------------------------------------------------------------------

"Buku The Wisdom of Business karya Eko Jalu Santoso ini memberikan keyakinan bahwa spiritualitas mengantarkan bisnis pada kesuksesan"

Ary Ginanjar Agustian, Penulis Buku Best Seller ESQ & ESQ Power.

"Buku The Wisdom of Business ini mampu memberikan para-digma baru terhadap bisnis dan entrepreneurship. Berbisnis bukan saja bertujuan untuk mencari keuntungan semata tetapi juga dapat memberdayakan sesama, mengurangi pengangguran, memperbaiki lingkungan, memberikan pendapatan untuk negara dan menjadikan hidup lebih bermakna. Oleh karena itu proses bisnis tidak boleh dilepaskan dari upaya menghadirkan keagungan Tuhan, keluhuran moralitas dan suara hati dalam setiap tahapannya."

Dr. Muhammad Syafii Antonio MEc., Chairman Tazkia Business School dan Penulis buku best seller "Muhammad SAW: the Super Leader Super Manager."

Jumat, November 21, 2008

Kamus Hati Seorang Pemenang

"Tidak ada kata pesimisme, apalagi putus asa dan menyerah dalam kamus hati seorang pemenang dala menghadap tantangan kehidupan. Ketika dirinya menyadari masih bangun dan bernafas di pagi hari, yang terucap adalah kata syukur atas anugerah Illahi, kemudian bersemangat bangkit melaksanakan amanah dan tanggungjawab mulia yang diberikan Tuhan untuk menjadikan hari ini adalah hari terbaiknya." - Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia -

Senin, November 17, 2008

Membuat Hidup Terasa Indah

Rasa syukur membuat hidup kita menjadi indah, Rasa syukur membuat yang sedikit terasa cukup dan berkah, Rasa syukur mengubah apa yang kita miliki saat ini menjadi lebih berharga, Rasa syukur mengubah masalah yang kita miliki menjadi hikmah yang bernilai, Rasa syukur mengubah hidangan sederhana terasa menjadi istimewa, Rasa syukur mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman, Rasa syukur mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga, Rasa syukur mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan, Rasa syukur mengubah yang tidak nyaman menjadi menyenangkan, Rasa syukur mengubah penolakan menjadi penerimaan, Rasa syukur mengubah kebenciaan di hati menjadi kasih sayang, Rasa syukur menciptakan kedamaian dan ketenangan hati, Rasa syukur mengubah emosi menjadi latihan kesabaran, Rasa syukur menjadikan masa lalu sebagai kenangan manis, Rasa syukur menjadikan masa sekarang keindahan dan kesenangan, Rasa syukur menjadikan hari esok penuh harapan, Rasa syukur menciptakan visi ke depan yang penuh harapan Bila hatimu dipenuhi rasa syukur, Hidup menjadi selalu indah dan damai Cibubur, 16 Nopember 2008 Eko Jalu Santoso

Rahasia Hidup Berkelimpahan

"Kesediaan hati untuk memberi dan berbagi kepada orang lain adalah salah satu rahasia hidup berkelimpahan. Karena dengan kesediaan hati memberi dan berbagi kepada orang lain, maka sesungguhnya kita telah mengundang kebaikan dan keberlimpahan datang dalam kehidupan kita." - Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia -

Kamis, September 04, 2008

Puasa, Kesabaran dan Kesadaran

Oleh Eko Jalu Santoso Hakekat puasa adalah kesabaran, Kesabaran menahan lapar dan dahaga, Kesabaran menahan lisan dari perkataan tidak berguna, Kesabaran menerima ujian dnegan lapang dada, Kesabaran mengendalikan hasrat dan keinginan, Kesabaran menahan emosi dan kemarahan. Puasa dan Kesabaran ibarat kepala dengan jasad, Keduanya tak dapat dipisahkan, Tidak sempurna puasa tanpa disertai kesabaran.

Hakekat puasa adalah Kesadaran, Kesadaran melaksanakan ibadah tanpa diawasi, Kesadaran ketaatan melaksanakan perintah-Nya, Kesadaran meninggalkan kemaksiatan, Kesadaran mengabdi sebagai makhluk-Nya.

Hakekat Puasa adalah Kesadaran, Kesadaran memahami penderitaan, Kesadaran memahami ujian dan kesulitan, Agar lebih peduli dan memiliki empati kepada sesame.

Puasa, Kesabaran dan Kesadaran, Ketiganya adalah karakter orang beriman, Kesabaran menjadi benteng kokoh menghadapi godaan, Kesadaran menjadi fondasi kekuatan keimanan, Puasa meninggikan kesadaran dan kesabaran.

Cibubur, 2 September 2008

Rabu, Agustus 20, 2008

Hati Sumber Inspirasi Dan Motivasi

Oleh: Eko Jalu Santoso, www.ekojalusantoso.com

Menyusul beredarnya buku saya “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, banyak sekali tanggapan dan komentar yang saya terima melalui email, SMS maupun telepon. Beberapa komentar bertutur bagaimana mereka terinspirasi setelah membaca buku ini, merasa diingatkan untuk kembali pada hati nurani dan beberapa yang lain mengatakan seringkali merasa diselamatkan oleh suara hati nuraninya. Bahkan saya menerima beberapa undangan permintaan untuk berbicara mengenai tema hati nurani ini. Ada teman yang berprofesi sebagai trainer bertutur merasa terinspirasi dengan buku “Heart Revolution” ini dan menggunakannya sebagai referensi dalam menyampaikan training-trainingnya.

Saya tidak menduga mendapatkan response yang begitu banyak mengenai bahasan tema hati nurani ini. Karena ketika pertama kali hendak menulis buku dengan topik hati nurani, ada semacam keraguan, apakah ada orang yang tertarik menelusuri lorong-lorong hati. Apakah ada orang yang tertarik membaca tulisan dengan topik hati nurani, ditengah arus kehidupan modern yang cenderung mengedepankan konsumerisme dan nilai-nilai materialisme. Apakah tema hati nurani menarik, ditengah-tengah ratusan bahkan ribuan buku yang membahas bagaimana meraih kaya raya dengan cepat, meraih sukses karier dan bisnis dengan instant dan lain sebagainya.

Ternyata diluar dugaan saya, ada banyak sekali orang-orang yang sebenarnya dahaga ingin menelusuri lorong-lorong hati, di tengah kehidupan yang mengedepankan nilai-nilai materialisme dewasa ini. Dari berbagai email dan tanggapan yang saya terima, seolah-olah mereka hendak bertutur bahwa tidak sedikit orang yang sesungguhnya menyadari akan adanya kekuatan suara hati nurani dalam dirinya. Masih banyak orang yang sesungguhnya menyadari akan batas-batas egoisme, individualisme, hedonisme dan materialisme yang seringkali membelenggu dirinya. Masih banyak orang yang dahaga akan kedamaian dan keindahan hati, sehingga ingin kembali pada hati nuraninya.

Barangkali diantara Anda ada yang bertanya mengapa mesti kembali mendengarkan suara hati nurani ? Bukankah sekarang ini banyak orang, motivator, trainer, pembicara dan buku-buku yang membahas kedahsyatan pikiran positif dalam membawa pada kesuksesan ?. Marilah saya ingin mengajak Anda semua untuk melihat lebih dalam lagi. Bukan hanya mengandalkan pada otak dan akal pikiran semata, tetapi melengkapinya dengan mendengarkan suara hati nurani. Karena sesungguhnya hati adalah rajanya. Sedangkan otak atau pikiran manusia itu tunduk sepenuhnya kepada apapun perintah sang hati. Wacana kembali mendengarkan suara hati dan menggunakannya sebagai “pusat orbit” kehidupan sesungguhnya adalah pijakan yang lebih kokoh.

Tengoklah para pemimpin kehidupan yang menggunakan hati nurani dalam kepemimpinannya, seperti Muhammad Yunus misalnya. Ia mampu membesarkan Grameen Bank dan meraih hadiah Nobel karena visinya yang dilandasi oleh suara hati nurani. Mereka para pemimpin kehidupan yang dilandasi hati nurani, meskipun mungkin raganya sudah hancur, namun nilai-nilai kepemimpinannya tetap dikenang dan digunakan dalam kehidupan ini. Seperti misalnya Imam Al-Gazali, Mahadma Gandhi, Budha Gautama, Bunda Theresa. Ide dan tata nilai kehidupan yang diwariskannya masih hidup dan dikenang orang sampai dengan sekarang.

Semua yang dialami oleh manusia, sesungguhnya diawali dari hati yang kemudian memerintahkan otak atau akal pikiran. Otak atau pikiran akan memproses dan selanjutnya memerintahkan panca indra untuk bekerja sesuai dengan apa yang diyakini dari hatinya. Sedangkan panca indra kita tentu inginkan menikmati yang enak-enak semuanya. Mulut inginnya makan yang enak-enak. Mata inginnya melihat yang indah-indah. Tangan, kaki, telinga inginnya selalu merasakan yang enak dan indah-indah. Sehingga tubuh dan jiwa kita ini seperti selalu ditarik-tarik oleh panca indra untuk selalu menikmati yang indah dan enak-enak. Akibatnya kalau tidak dikendalikan oleh hati dan pikiran, maka menghalalkan segala cara untuk memperoleh kenikmatan.

Belajar dari sini sesungguhnya siapa yang dapat mendengarkan suara hati, akan mampu mengendalikan pikirannya dan artinya mampu mengendalikan kelima panca indranya. Dengan demikian mereka yang mendengarkan suara hati tidak akan mudah terjerumus dalam berbagai tindak penyelewengan, menghalalkan segala cara, tindakan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan lain sebagainya. Karena hatilah sumber inspirasinya dan sumber energi motivasinya. Dengan demikian, tidak ada lagi yang meragukan kalau hati manusia adalah aset yang paling berharga.

Mendengarkan suara hati dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar atau “unconcius mind” yang seringkali merupakan sebuah sugesti, sehingga melahirkan inspirasi dan energi motivasi dahsyat yang mengalir membakar semangat Anda. Energi dan kreativitas yang bersumber dari suara hati ini perlu dibangkitkan agar mengalir mencari jalan untuk mendorong cita-cita tertinggi Anda. Maka dengarkan dan ikutilah suara hati yang bersumber dari Tuhan Sang Maha Besar.

Memang, mengikuti suara hati, menelusuri lorong hati atau menuliskan tema buku mengenai hati nurani tidak langsung membuat kita menjadi kaya raya. Tidak juga mendadak sontak menjadikan kita terkenal atau begitu hebatnya. Tetapi ketika menelusuri lorong-lorong hati nurani, mengikuti bisikan suara hati nurani ada semacam kesejukan, kebahagiaan dan kedamaian yang mengalir dalam diri. Hal ini bisa menjadi semacam pencerahan dan memperkaya jiwa kita. Kalau hidup dapat meraih kekayaan jiwa, maka tubuh dan jiwa kita akan dapat terbang tinggi menuju kesuksesan dunia dan mencapai kearifan dan kemuliaan. Karena ide-ide, imajinasi, fantasi, inspirasi dan motivasi yang mengalir keluar senantiasa bersumber dari nilai-nilai mulia dan kearifan hati nurani. SEMOGA BERMANFAAT !

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan penulis buku “The Art of Life Revolution” dan “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

Selasa, Agustus 12, 2008

Bagaimana Mengarahkan Hati Selalu Ke Sisi Positif

“Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, menjadi sukses atau gagal, menjadi positif atau negatif, karena tergantung bagaimana kita mengarahkan hati dan pikiran kita sendiri.”

~~ Eko Jalu Santoso ~~

Hutama adalah seorang kepala cabang sebuah Bank swasta nasional di Jakarta. Dia seorang pria energik yang selalu dalam semangat baik dan selalu memiliki hal positif untuk dikatakan kepada orang lain. Sebagai seorang kepala cabang, Hutama pernah di tempatkan di beberapa cabang di kota lain, diantaranya di Bandung dan Surabaya sebelum akhirnya pindah di ke cabang Jakarta Pusat. Dan di setiap cabang, Hutama diterima dengan baik dan mendapatkan dukungan dari, para karyawannya.

Dia adalah seorang motivator alami. Maka tidak heran kalau setiap cabang Bank yang dipimpinnya selalu meraih prestasi kinerja yang tertinggi. Karyawannya menyenangi dan mendukungnya. Nasabahnya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, sehingga selalu kembali dan kembali. Sebagai seorang pimpinan cabang, dia selalu hadir untuk karyawannya, baik ketika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk maupun hari baik. Ketika mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana untuk memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialaminya.

Banyak orang penasaran dengan sikapnya yang selalu positif dan energik. Seorang rekannya yang penasaran bertanya kepadanya, "Saya sangat heran, bagaimana mungkin seseorang dapat selalu berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu? "

Hutama menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada hatiku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang buruk. Aku selalu memilih dalam suasana hati yang baik. Setiap kali kejadian menimpaku, aku dapat memilih untuk menjadi korban yang menderita atau memilih mengambil Hikmah dan belajar dari kejadian itu. Aku selalu mengarahkan hatiku untuk memilih mengambil Hikmah dan belajar dari kejadian tersebut. Setiap ada seseorang yang menyampaikan keluhan, aku dapat mengarahkan hatiku untuk memilih menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu mengarahkan hatiku untuk memilih mengambil sisi positifnya."

Mengarahkan hati pada sisi pilihan posisitf terbukti akan selalu menghasilkan pikiran positif. Pikiran yang positif akan menghasilkan sikap yang positif setiap harinya. Sedangkan sikap positif akan menghasilkan tindakan-tindakan positif dan melahirkan dukungan yang positif mengalir dari orang-orang sekitar kita.

Manusia memiliki kebebasan hati untuk memilih, apakah akan mengarahkan hati mengikuti kekuatan positif atau mengikuti kekuatan negatif. Apakah mengarahkan hati memilih kekuatan positif atau nilai-nilai “spiritualisme” atau memilih kekuatan negatife atau pengaruh “materialisme”. Apakah mengarahkan hati memilih keberhasilan atau memilih kegagalan.

Bagaimana agar kita dapat selalu mengarahkan hati pada sisi positif, sehingga menghasilkan pikiran-pikiran positif setiap harinya ? Bagaimana agar kita dapat selalu bersikap positif sehingga menghasilkan dukungan positif dari orang-orang di sekitar kita ? Tulisan lengkapnya bisa Anda baca pada buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan Elex Media Komputindo, pada bagian dua tentang bagaimana menemukan suara hati kita.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia, Founder Majelis Al-Ihsan Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani”, Keduanya diterbtikan Elex Media Komputindo.

~~~